18
Mar
15

Hai salam kembalinya sang amatir…

Selamat bertemu kembali, setelah lama blog ini menghilang dari tangan empunya. Akhirnya bisa menulis kembali, jangan lupa saya hanya amatir yang tidak perlu di contek. 18 Maret 2015, saya temukan blog yang hilang. Sapa hangat pembaca yang budiman…

image

03
Nov
10

“kaos merah indonesia”

dua sisi pemimpin ala indonesia

dua sisi pemimpin ala indonesia

02
Okt
10

ENTAH BERANTAH

ENTAH BERANTAH

Seperti diantara malam, aku berpaling dari dinginnya malam. Dalam semak belukar di hutan tropis. Aku hanya menanti datangnya burung pipit bawakan kunci syurga firdaus untukku, agar aku mati dalam sejuknya firdaus. Aku akan tetap menelusuri lorong belukar dihutan ini. Aku ogrok-ogrok sarang lebah agar menggigitku, agar ku tahu sakitnya disakiti.

Petang awan berteman petir, dan binatang-binatang ketakutan dalam semak hijau. Aku tetap melangkah agar semua binatang melata mengikuti dibelakangku, berang-berang malang yang tersangkut diakar rawa dan seekor ular besar mengintai berang dalam air rawa itu, ular besar itupun sepertinya ketakutan merasakan cacing masuk kedalam liang hidungya….

Anak monyet itu mirip seperti dirimu yang sedang kebingungan dan ia mengintaimu dari bawah, Mungkin ia ingin meledek (Pintar nian dia bercakap meledek kalau kita mirip kuskus….) mungkin kuskus dipikirannya adalah mahluk terjelek diantara belantara ini…..tahu kalau kau sedang bingung baca tulisan ini, yang arahnya entah kemana. Benar kau lebih jelek dari kera yang sedang bingung, (sssst…!!!) jangan kerutkan dahimu karena menandakan kau merasa iyaaa….

Malam mulai gelap, hutan ini melirik seram diantara lubang kayu yang berpenghuni. berlahan bulan sabit muncul diantra pepohonan tinggi…kepulan asap dari air, memerah ditengah rawa yang gelap karena ditelan malam. Suara jeritan mahluk mengerikan membayangi gelisahku ….serat tenggorokan karena tersangkut lidah yang tak berludah. Ketika mendung mulai menjatuhkan hujannya….halilintar mengejutkan aku dalam ketakutan. Tiba-tiba aku gelisah dan memeluk pohon besar …..seonggok kayu tunggul menyerupai manusia duduk melamun, sentak membuatku girang, ternyata ia hanya bayangan. Hujan mulai deras petir membakar beberapa rantig pepohonan dan padam oleh hujan badai yang menderu biru….. liang-liang hitam dalam pohon menegluarkan bunyi menggeram. beberapa jari jari binatang berbulu mulai tampak diambang lubang yang besar….mahluk apa, ia hanya tampak bagai bayangan yang tak berwujud.

Aku hanya menjadi dingin setelah lama hujan mengguyur melunturkan warna hijau dedaunan…malam begitu hitam lekat, binatang malam tak lagi bersuara yang ada hanya sunyi. Mungkin semuanya tidur karena besok pagi ada tugas, bulan semakin tak menampakan sinarnya, hanya awan yang semakin tebal dalam tengah malam yang semakin larut ditelan malam yang kian kalut. Entah hanya ada dalam dongeng bintang dapat berkata, namun ku mendengar ia berkata dalam hutan ini “hai tidurlah” bisik seekor semut dibalik daun kering ditanah basah.

21
Okt
09

KABINET OPLOSAN

kabinet yang dibuat dengan komposisi aneka ragam warna partai mengkhawatirkan saya akan hilannya budaya kritis yang sangat dibutuhkan guna mengimbangi pemerintahan saat ini. siapa berani jadi oposisi? kalau semuanya kebagian kue pemerintahan. anjing yang sudah dikasih tulang dia tidak akan menyalak kepada tuannya artinya mana mungkin kritis partai yang sudah dapat jatah dipemerintahan.

bukanya saya menyalahkan kualisi dan balas jasa SBY, tapi yang saya sayangkan disini adalah minimnya minat untuk beroposisi dengan pemerintah. kalau alasannya tidak menguntungkan secara finansial, tidak menguntungkan karena alasan tidak mendapat kedudukan di pemerintahan tentu sangat saya prihatin.

padahal jadi oposisi berarti mewakili sebagian masyarakat Indonesia yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah, jumlahnya tidak sedikit puluhan juta orang merasakan kekecewaan selama pemerintahan SBY memimpin. apalagi jutaan, segelintir orang yang merasa tidak puaspun seharusnya bisa disuarakan lewat oposisi.

saya rasa oposisi sangat menguntungkan nantinya, disaat pemerintah melakukan kesalahan bukan tidak mungkin partai oposisilah yang nantinya akan mendapatkan popularitas. contohnya di AS saat presiden Bush membuat kebijakan perang Irak, akhirnya memperlemah suara partai Republik kemudian pemilu dimenangkan oleh partai oposisi.

BERSAMBUNG

07
Okt
09

Bencana dalam sebuah teori pertukaran

Gempa yang menelan korban jiwa di Sumatra Barat dan Jambi dapat membawa perubahan sosial yang berdampak negatif maupun positif. Bencana bisa merusak sistem sosial yang sudah bernafas di padang, dari beberapa aspek sosial, ekonomi, politik, agama dan budaya. Bencana selalu mendatangkan dampak negatif semua orang tau, namun disisi lain dampak positifnya banyak orang belum tau.

Dalam tulisan ini akan dijelaskan dampak positif yang besar yang bisa dijelaskan dalam teori pertukaran.

Bencana gempa yang menelan banyak korban jiwa dapat mengendalikan jumlah populasi manusia yang kian padat dimuka bumi. Bayangkan saja, dampak kepadatan manusia bisa memicu kerusakan bumi yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia dimuka bumi. salah satu akibat kepadatan penduduk diantaranya meluasnya penggarapan hutan menjadi lahan tempat tinggal, kebun, ladang, tempat industri, yang akhirnya mempersempit kawasan hutan dimuka bumi. Pertumbuhan penduduk  juga membawa dampak buruk diantaranya memperparah polusi hingga menaikan suhu bumi. akibatnya terjadi pencairan gunung es dikutub utara dan selatan yang dapat meneggelamkan pulau-pulau. intinya semakin banyak penghuni bumi dengan  pertumbuhannya yang tidak terkendali maka bumi menjadi tidak setabil.

Alam mau tidak mau mengurangi jumlah tumpangannya dengan berbagai bencana yang banyak menelan korban jiwa, ini dapat mengendalikan jumlah manusia yang tidak terkendali mencapai triliunan. Ya, mungkin saya berargumen kurang manusiawi terjadinya bencana alam untuk mengendalikan populasi manusia. Kalau angka kematian lebih besar, tentu tidak beresiko terhadap perluasan penebangan hutan, menambah polusi, dan kerusakan alam yang diakibatkan manusia.

Bencana alam yang trejadi akhir-akhir ini dari mulai sunami di Aceh, Yogyakarta, Jawa Barat, dan sekarang di Padang (SUMBAR) berpotensi mengendalikan luas hutan yang selalu digarap untuk pemukiman seiring laju penduduk, juga mengendalikan kepaadatan manusia di muka bumi.

16
Sep
09

Idul Fitri Indonesia, Suatu Kemenangan Penuh Kebohongan

Fitri berarti fitrah, kembali kepada kesucian. Menganggap diri seperti tanpa dosa karena merasa telah disucikan atas dosa-dosa.  Tak terkecuali bagi para pendosa kelas kakap yang telah mewariskan kesengsaraan bagi anak-anak bangsa. Sungguh Tuhan yang maha ampun telah menenangkan setiap pendosa itu setelah mereka kaya dan negeri ini jadi bangkrut.  Setiap kali kita saksiakan para koruptor dan para penjahat kelas kakap dinegeri ini tertangkap basah namun hanaya dihukum beberapa tahun bahkan beberapa bulan saja setelah mendapat remisi dari momen-momen lebaran dan hari besar lainnya. sungguh negeri ini berpihak kepada siapa? Sedangkan rakyat jelata dipenjarakan lebih lama hanya karena maling ayam, nyolong sandal, atau hanya karena alasan mencemarkan nama baik.

Apakah bangsa ini sudah fitri dihari dihari yang fitri ini? diantara kita jangan ada ketakutan untuk berkata kejujuran. Apa yang bangsa ini menangkan  dihari besar kemenangan umat Islam yang merupakan mayoritas kemenangan penduduk Indonesia.  Jangan berkata puas, hanya karena kita satu partai. Itu adalah kebohongan karena ketakutan kita berada dalam minoritas ditengah mayoritas pendukung presiden.

Kenapa kita akut berbicara pahit jika ini kenyataannya, masih banyak ketimpangan lalu lalang dihadapan namun takut berteriak. Apa karena kehidupan pribadi sudah cukup baik, hingga merasa aman bagi diri kita saja. Tak hiraukan tetangga kita, rakyat kita, bangsa kita, yang butuh suara lebih lantang dari reformasi 98.  kita hanya butuh berteriak satu kata “KEADILAN !”.

Ingat kemarin salah satu pemilik BANK CENTURY hanya mendapatkan hukuman 4 tahun penjara, sedangkan uang rayat yang yang digondol dapat menghidupi banyak rakyat lebih dari seumur hidupnya dengan uang itu. Masih ada juga kasus korupsi lain yang menyerap duit rakyat milyaran bahkan triliun namun hanya diganjar tahunan saja sedang setelah pulang dari LP mereka masih bisa menikmati sisa uang korupnya.

Kematian Munir, jadi tanda tanya besar. Entah sampai kapan keadilan benar-benar tegak, kenapa di bunuh? siapa? Hanya karena beliau membuka mulutnya satu senti lebih berani dari kita. Ada kebohongan di negeri ini yang disembunyikan oleh para elite.

Kemenangan ini seharusnya lebih indah, jika bangsa ini lebih perduli ketimpangan yang dialami rakyat. Rakyat butuh kejujuran, jangan ada kebohongan yang membohongi rakyat di kolong jembatan, rakyat di lumbung sampah, rakyat yang ada di sawah, juga rakyat yang terkena bencana dimana-mana.

Menjadi kemenangan yang belum pantas untuk sebuah kemenangan yang sejati.

08
Sep
09

Kritik : Fatwa MUI Tentang Haram Mengemis.

MUI mau mengeluarkan fatwa mengemis, MUI Sumenep Madura telah terlebih dulu menetapkan fatwa haram. Ini merupakan pukulan yang keras sampai mengguncang ulu hati si pengemis, miris yang membuat rakyat kelas paling bawah ini menangis. MUI pusat sedang mempertimbangkan fatwa haram mengemis, detik demi detik simiskin menunggu was-was apa jadinya nanti.

Berapa banyak orang yang benar-benar miskin terdzolimi oleh fatwa itu, kalau memang MUI atau pemerintah tidak bisa mengurusi mereka semua jangan dulu buat fatwa kalau memang sudah mampu menjamin kualitas hidup mereka lebih baik tidak masalah. Lah, kalau melihat realitas sekarang memang keadaanya mencari kerja susah, toh pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja, justru sebaliknya PHK dimana-mana, penggusuran dan mala bencana dimana-mana. sebaiknya MUI tidak boleh dijadikan barometer dalam peraturan pemerintah, toh Indonesia bukan negara Islam.

Intinya bukan fatwa yang diutamakan tapi aksi, akasi-aksi yang kongkrit dalam mengahapus kemiskinan. Silahkan MUI berjuang memotivasi umat, menyediakan lapangan kerja, kalau tidak bisa jangan bikin rakyat makin sengsara. Kebenaran itu relatif, Allah lah yang lebih tahu mana yang diridhoiNya.

Zakat melalui lembaga resmi mulai dikampanyekan, orang tidak lagi bisa bersedekah disembarang tempat bisa-bisa ia kena tangkap. Sungguh merupakan masalah yang akan menimbulkan masalah. Mengingat masyarakat Indonesia belum terbiasa, tidak mudah membiasakan hal baru bersedekah hanya ditempat-tempat tertentu. Apalagi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang mulai berkurang karena maraknya korupsi termasuk lembaga agama yang akhir-akhir ini menduduki urutan teratas terkait masalah korupsi.

Orang bersedekah karena akan meningkatkan citranya dimasyarakat, karenanya lebih suka bersedekah secara langsung kepada pengemis-pengemis jalanan agar terlihat. Tepat sasaran atau tidaknya merupakan masalah tekhnis karena orang menilainya dari niat tanpa memperdulikan sandiwara simiskin, apakah ia benar-benar miskin atau tidak. Harusnya mengemis itu dilarang bagi orang-orang kaya saja, bagi yang ketahuan berkehidupan mapan maka dia patut ditangkap setara dengan korupsi kelas teri. Terlebih pengemis uang rakyat yang duduk di Senayan, yang banyak memakan anggaran milyaran rupiah lebih pantas diharamkan.

Saripuddin

Mahasiswa Sosiologi Fakultas Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta




Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya