21
Des
07

UMKM

Analisis Masih Lemahnya Kinerja UMKM ; Porsi Kredit Korporasi Meningkat

Oleh: Saripuddin

 

 

 

Kinerja UMKM sangat dipengaruhi oleh beban psikologis. Adanya trauma perasaan was-was dan juga ketakutan dalam melakukan langkah inovatif. Mungkin selama ini tidak adanya perlindungan untuk membuat mereka nyaman dalam melakukan usaha. Seharusnya mereka diberiakan rasa aman, tidak cuma diberiakan modal yang justru mereka takutkan akan membunuh kelangsungan usahanya jika nanti tak dapat kembalikan modal pinjaman. Banyak kredit macet karena para pelaku produksi sedang mengalami masalah. Seandainya pihak perbankkan tidak perlu melakukan penekanan dan ancaman sepereti penyitaan jaminan yang justru akan membunuh mata pencarian.

Perlindungan terhadap UMKM menjadi sangat penting. Perlu dibentuknya lembaga perlindungan sebagai wali para pengusaha mikro atau usaha kecil menengah sebagai wadah lembaga yang melindungi para pengusaha kecil. Diharapkan jika kenyamanan dalam mengembangkan usaha itu ada, niscaya usaha akan dapat berkembang.

Tidak hanya diberikan modal, perlu juga adanya pengawasan terhadap pelaku usaha kecil menengah. Pengawasan ini bertujuan akan adanya saling kepercayaan antara pihak pemberi kredit dan pengusaha. Hingga pengusaha yang diberikan pinjaman dengan sendirinya melakakukan produksi maksimal. Badan perlindunganm inilah yang melakukan pengawasan juga penyuluhan untuk meningkatkat kemampuan produksi. Diharapkan mereka juga pengenalan tekhnologi yang lebih relevan guna memenuhi kebutuhan produksinya.

Yang kedua masalah pengutamaan korporasi justru menandai kuatnya kapitalisme di negeri kita. Bila seperti ini benar apa kata Marxis. Negara hanaya dijadikan alat bagi kapitalis untuk memeras kaum ploletar. Kelihatan hasilnya yang kaya makin kaya yang miskin akan semakin miskin. Bila perbankan lebih memihak korporasi maka usaha kecil menengah akan kalah dalam persaingan kepercayaan dalam mendapatkan pinjaman. Alangkah baiknya negaralah yang wajib mengadakan penjaminan untuk mengatasi masalah kridit macet dengan melakukam kebijakan-kebijakan tertentu.

Jika porsi kredit korporasi meningkat dan menurunnya kredit usaha kecil menengah, menjadi sangat bertentangan dengan upaya menuju pemberdayaan masyrakat. Salah satu nya :

Menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan atau kemapuan kepada masyarakat lokal agar lebih berdaya dan mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan secara individu maupun kolektif. (kutipan catatan kuliah)

Begitupun dengan perlindungan atas kenyamanan berusaha, sangat relevan dari proses bagaimana memberdayakan masyarakat dalam hal ini UMKM. Pelaku usaha kecil menengah harus dilindungi dari tekanan-tekanan. Mungkin diberlakukan peminjaman tanpa syarat pada umumnya juga tanpa jaminan. Cukup usaha itu sendiri yang akan menjamin sebagai simbol kepercayaan saling amanah.

Ada perlindungan sehingga mereka dapat memperjuangkan hak-hak mereka secara terbuka dan tanpa tekanan (proses yang mendorong pemberdayaan masyrakat).

 


0 Responses to “UMKM”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: