02
Okt
10

ENTAH BERANTAH

ENTAH BERANTAH

Seperti diantara malam, aku berpaling dari dinginnya malam. Dalam semak belukar di hutan tropis. Aku hanya menanti datangnya burung pipit bawakan kunci syurga firdaus untukku, agar aku mati dalam sejuknya firdaus. Aku akan tetap menelusuri lorong belukar dihutan ini. Aku ogrok-ogrok sarang lebah agar menggigitku, agar ku tahu sakitnya disakiti.

Petang awan berteman petir, dan binatang-binatang ketakutan dalam semak hijau. Aku tetap melangkah agar semua binatang melata mengikuti dibelakangku, berang-berang malang yang tersangkut diakar rawa dan seekor ular besar mengintai berang dalam air rawa itu, ular besar itupun sepertinya ketakutan merasakan cacing masuk kedalam liang hidungya….

Anak monyet itu mirip seperti dirimu yang sedang kebingungan dan ia mengintaimu dari bawah, Mungkin ia ingin meledek (Pintar nian dia bercakap meledek kalau kita mirip kuskus….) mungkin kuskus dipikirannya adalah mahluk terjelek diantara belantara ini…..tahu kalau kau sedang bingung baca tulisan ini, yang arahnya entah kemana. Benar kau lebih jelek dari kera yang sedang bingung, (sssst…!!!) jangan kerutkan dahimu karena menandakan kau merasa iyaaa….

Malam mulai gelap, hutan ini melirik seram diantara lubang kayu yang berpenghuni. berlahan bulan sabit muncul diantra pepohonan tinggi…kepulan asap dari air, memerah ditengah rawa yang gelap karena ditelan malam. Suara jeritan mahluk mengerikan membayangi gelisahku ….serat tenggorokan karena tersangkut lidah yang tak berludah. Ketika mendung mulai menjatuhkan hujannya….halilintar mengejutkan aku dalam ketakutan. Tiba-tiba aku gelisah dan memeluk pohon besar …..seonggok kayu tunggul menyerupai manusia duduk melamun, sentak membuatku girang, ternyata ia hanya bayangan. Hujan mulai deras petir membakar beberapa rantig pepohonan dan padam oleh hujan badai yang menderu biru….. liang-liang hitam dalam pohon menegluarkan bunyi menggeram. beberapa jari jari binatang berbulu mulai tampak diambang lubang yang besar….mahluk apa, ia hanya tampak bagai bayangan yang tak berwujud.

Aku hanya menjadi dingin setelah lama hujan mengguyur melunturkan warna hijau dedaunan…malam begitu hitam lekat, binatang malam tak lagi bersuara yang ada hanya sunyi. Mungkin semuanya tidur karena besok pagi ada tugas, bulan semakin tak menampakan sinarnya, hanya awan yang semakin tebal dalam tengah malam yang semakin larut ditelan malam yang kian kalut. Entah hanya ada dalam dongeng bintang dapat berkata, namun ku mendengar ia berkata dalam hutan ini “hai tidurlah” bisik seekor semut dibalik daun kering ditanah basah.


0 Responses to “ENTAH BERANTAH”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: