07
Okt
09

Bencana dalam sebuah teori pertukaran

Gempa yang menelan korban jiwa di Sumatra Barat dan Jambi dapat membawa perubahan sosial yang berdampak negatif maupun positif. Bencana bisa merusak sistem sosial yang sudah bernafas di padang, dari beberapa aspek sosial, ekonomi, politik, agama dan budaya. Bencana selalu mendatangkan dampak negatif semua orang tau, namun disisi lain dampak positifnya banyak orang belum tau.

Dalam tulisan ini akan dijelaskan dampak positif yang besar yang bisa dijelaskan dalam teori pertukaran.

Bencana gempa yang menelan banyak korban jiwa dapat mengendalikan jumlah populasi manusia yang kian padat dimuka bumi. Bayangkan saja, dampak kepadatan manusia bisa memicu kerusakan bumi yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia dimuka bumi. salah satu akibat kepadatan penduduk diantaranya meluasnya penggarapan hutan menjadi lahan tempat tinggal, kebun, ladang, tempat industri, yang akhirnya mempersempit kawasan hutan dimuka bumi. Pertumbuhan penduduk  juga membawa dampak buruk diantaranya memperparah polusi hingga menaikan suhu bumi. akibatnya terjadi pencairan gunung es dikutub utara dan selatan yang dapat meneggelamkan pulau-pulau. intinya semakin banyak penghuni bumi dengan  pertumbuhannya yang tidak terkendali maka bumi menjadi tidak setabil.

Alam mau tidak mau mengurangi jumlah tumpangannya dengan berbagai bencana yang banyak menelan korban jiwa, ini dapat mengendalikan jumlah manusia yang tidak terkendali mencapai triliunan. Ya, mungkin saya berargumen kurang manusiawi terjadinya bencana alam untuk mengendalikan populasi manusia. Kalau angka kematian lebih besar, tentu tidak beresiko terhadap perluasan penebangan hutan, menambah polusi, dan kerusakan alam yang diakibatkan manusia.

Bencana alam yang trejadi akhir-akhir ini dari mulai sunami di Aceh, Yogyakarta, Jawa Barat, dan sekarang di Padang (SUMBAR) berpotensi mengendalikan luas hutan yang selalu digarap untuk pemukiman seiring laju penduduk, juga mengendalikan kepaadatan manusia di muka bumi.


2 Responses to “Bencana dalam sebuah teori pertukaran”


  1. 16 Februari 2012 pukul 5:20 pm

    wow ekstrem kali, tpi heranya knp yang menjadi korban bencan terkadang orang-orang yang kurang mengerti tetntang lingkungn, malahan banyak dari mereka”korban” yang malah menjaga lingkungan????? Menurut informasi, penyebab utama dari rusaknya alam di sebabkan oleh orang yang ‘pintar” khususnya di negara-negar industri. lantas ada apa dengan orang-orang yang tidak mengerti kok malah menerima dosanya????APA PANTAS mereka menerimanya?????????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: