16
Sep
09

Idul Fitri Indonesia, Suatu Kemenangan Penuh Kebohongan

Fitri berarti fitrah, kembali kepada kesucian. Menganggap diri seperti tanpa dosa karena merasa telah disucikan atas dosa-dosa.  Tak terkecuali bagi para pendosa kelas kakap yang telah mewariskan kesengsaraan bagi anak-anak bangsa. Sungguh Tuhan yang maha ampun telah menenangkan setiap pendosa itu setelah mereka kaya dan negeri ini jadi bangkrut.  Setiap kali kita saksiakan para koruptor dan para penjahat kelas kakap dinegeri ini tertangkap basah namun hanaya dihukum beberapa tahun bahkan beberapa bulan saja setelah mendapat remisi dari momen-momen lebaran dan hari besar lainnya. sungguh negeri ini berpihak kepada siapa? Sedangkan rakyat jelata dipenjarakan lebih lama hanya karena maling ayam, nyolong sandal, atau hanya karena alasan mencemarkan nama baik.

Apakah bangsa ini sudah fitri dihari dihari yang fitri ini? diantara kita jangan ada ketakutan untuk berkata kejujuran. Apa yang bangsa ini menangkan  dihari besar kemenangan umat Islam yang merupakan mayoritas kemenangan penduduk Indonesia.  Jangan berkata puas, hanya karena kita satu partai. Itu adalah kebohongan karena ketakutan kita berada dalam minoritas ditengah mayoritas pendukung presiden.

Kenapa kita akut berbicara pahit jika ini kenyataannya, masih banyak ketimpangan lalu lalang dihadapan namun takut berteriak. Apa karena kehidupan pribadi sudah cukup baik, hingga merasa aman bagi diri kita saja. Tak hiraukan tetangga kita, rakyat kita, bangsa kita, yang butuh suara lebih lantang dari reformasi 98.  kita hanya butuh berteriak satu kata “KEADILAN !”.

Ingat kemarin salah satu pemilik BANK CENTURY hanya mendapatkan hukuman 4 tahun penjara, sedangkan uang rayat yang yang digondol dapat menghidupi banyak rakyat lebih dari seumur hidupnya dengan uang itu. Masih ada juga kasus korupsi lain yang menyerap duit rakyat milyaran bahkan triliun namun hanya diganjar tahunan saja sedang setelah pulang dari LP mereka masih bisa menikmati sisa uang korupnya.

Kematian Munir, jadi tanda tanya besar. Entah sampai kapan keadilan benar-benar tegak, kenapa di bunuh? siapa? Hanya karena beliau membuka mulutnya satu senti lebih berani dari kita. Ada kebohongan di negeri ini yang disembunyikan oleh para elite.

Kemenangan ini seharusnya lebih indah, jika bangsa ini lebih perduli ketimpangan yang dialami rakyat. Rakyat butuh kejujuran, jangan ada kebohongan yang membohongi rakyat di kolong jembatan, rakyat di lumbung sampah, rakyat yang ada di sawah, juga rakyat yang terkena bencana dimana-mana.

Menjadi kemenangan yang belum pantas untuk sebuah kemenangan yang sejati.


0 Responses to “Idul Fitri Indonesia, Suatu Kemenangan Penuh Kebohongan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: