28
Des
07

natal

Natal Merajut Kembali Solidaritas Antar Umat Beragama

Baru saja terukir senyum dibibir umat Muslim dengan datangnya hari raya Idul Adha. Tidak lama kemudian Natal tiba, seakan ingin bergandengan merayakan bersama hari besar mereka. Terlihat hiasan lampu yang melingkari pohon natal, kemeriahan diiringi kembang api dan rumah yang berhiaskan lampu warna-warni. Cahaya bulan mungkin tersenyum seandainya hari itu menjadi hari kedamaian untuk kita semua. Begitu banyak keindahan di bulan Desember, sayang jika berlalu tanpa kesan dan kedamaian.

Setiap insan pasti mendambakan kedamaian dirumah-rumah mereka, ketika hari raya agama mereka tiba bahagia menikmati suka cita bersama keluarga. Namun, kesenjangan dapat saja terjadi jika antar pemeluk tidak dapat memahami lingkungan sosialnya. Akibatnya konflik bisa terjadi, tahun-tahun kemarin sudah kita lalui dengan airmata, kesedihan dan kepanikan. Hancurnya hubungan antar umat beragama karena rusaknya solidaritas. Diantara pemeluk agama jangan adalagi perasaan dendam, mari saling bergandeng tangan kepada sesama. Jangan lupa ajak tetangga kita menikmati pesta yang kita rayakan, saling berbagi, memahami segela bentuk perbedaan dan tanamkan sikap pemaaf . Dengan demikian akan menjadi teladan bagi generasi kita kelak, bagi anak cucu yang akan menghadapi masa depan dengan ujian yang lebih berat.

Beberapa hal dapat menjadi bibit konflik antar umat beragama terutama dari kebiasaan kita sehari-hari. Yang mengakibatkan pemeluk agama lain menjadi tidak senang atau kurang menyukai kepercayaan kita. Kemungkinan terjadi karena ketimpangan sosial. Perlu dipertimbangkan, saat kita merayakan hari besar kita yang penuh kemeriahan, kemewahan, dan kesenangan, disaat seperti itu justru akan memancing kecemburuan sosial. Akan ada banyak ketimpangan disaat-saat seperti itu, bukan saja antar pemeluk agama, bahkan sesama pemeluk agamapun ketimpangan bisa terjadi dan berakibat sampai pada konflik fisik.

Ketimpangan sosial tanpa kita sadari ada di sekeliling tempat tinggal kita, disaat kita merayakan hari raya agama natal misalnya, dengan segala kemewahannya, hiasan, busana yang serba baru dan makanan yang istimewa yang nilainya berjuta-juta. Dibalik itu semua telah terjadi ketimpangan, dibelakang rumah kita komunitas yang tak berdaya yang mungkin bukan dari umat agama kepercaryaan kita, sedang menahan lapar dan dahaga, dalam pemukiman kumuh, dan banyak kesakitan yang menjangkiti tubuh mereka. Secara sepontan akan ada rasa kecemburuan sosial, mungkin tidak secepat yang kita bayangkan akan ada konflik namun perasaan yang sengaja dipendam dan menjadi bola api hingga memuncak menjadi kemurkaan dan menjadi penyulut konflik yang tak akan bisa diredam dalam masa yang singkat.

Budaya pamer atau sengaja menyembunyikan segala sesuatu kesenangan didepan komunitas lain juga akan cepat merambah konflik yang lebih luas. Konflik seperti ini diawali dengan perasaan ketidak samaan antar umat beragama sehingga mereka terpancing untuk saling menghina, saling cemooh dan berujung keinginan untuk saling menyakiti.

Dengan Natal kali ini bagaimana antar umat dapat membangun solidaritas, solusinya adalah menghilangkan perasaan perbedaan dengan komunitas agama lain. Caranya bagaimana kita mengikut sertakan orang lain dalam kesenangan kita, berbagi, perduli terhadap kebutuhan orang lain dan mawas diri. Ini akan mungkin tercapainya suatu keharmonisan, jika masing-masing penganut agama bisa menjalankannya.

Biodata Penulis

Nama : Saripuddin

Studi : Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jabatan : Kerohanian HIMA Sosiologi

TTL : Indramayu 09 Juli 1986

Alamat : Jl. Kenari Gg. Tanjung UH II/308 Miliran Yogyakarta 55165

No HP : 085228899105


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Salam Kritis

Mau berbagi pengalaman, membahas teori-teori sosial, atau sekedar berkenalan untuk bersahabat. Ditunggu....

terisi21@yahoo.com

Semoga bisa membantu.

SOSIOLOGI

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 206,790 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: